Suara Burung Kardinal Merah Gacor Untuk Masteran

Suara Burung Kardinal Merah – Burung northern cardinal (Cardinalis cardinalis), atau dikenal pula sebagai kardinal merah, merupakan salah satu jenis burung endemik di wilayah Amerika Utara, khususnya di wilayah selatan Kanada, Amerika Serikat, Meksiko, dan Guatemala. Burung jantan memiliki bulu-bulu yang didominasi warna merah. Tetapi burung betina memiliki bulu kecokelatan, kecuali ujung sayap, ekor, dan jambulnya merah. Selain penampilannya yang menarik, suara kicauannya juga merdu.

Ciri-ciri Burung Kardinal Merah

 

download suara burung, suara kardinal merah,kardinal merah gacor,kardinal merah jantan dan betina, harga burung kardinal merah Suara Burung Kardinal Merah Gacor Untuk Masteran

Kardinal merah memiliki postur tubuh cukup besar dengan panjang tubuh sekitar 21 sampai 23 cm, lebar sayap sekitar 25 sampai 31 cm dengan berat tubuh sekitar 42 sampai 48 gram. Ekornya relatif pende, paruh sangat tebal, dan jambulnya menonjol. Burung ini sering berdiri dalam posisi membungkuk, dan ekornya lurus ke bawah. Burung jantan memiliki bulu-bulu yang seluruhnya berwarna merah. Paruhnya juga merah. Bagian wajah, mulai dari mata hingga ke dekat paruh dan leher, berwarna hitam. Burung betina memiliki bulu berwarna cokelat pucat. Hanya ujung sayap, ekor, dan jambulnya yang berwarna kemerahan. Paruhnya juga berwarna merah. Warna hitam juga mengelilingi sekitar mata, pangkal paruh, dan leher, tetapi lebih sempit daripada burung jantan.

Habitat dan Kebisaan Burung kardinal merah

Kardinal merah sering dijumpai di pekarangan / halaman rumah, taman / kebun, tumpukan kayu, semak-semak di tepi hutan, dan hutan-hutan yang baru tumbuh kembali. Mereka sering bertengger di pepohonan tinggi untuk berkicau. Namun, pertumbuhan kota yang makin modernis memaksa kardinal merah juga bisa hidup di dekat permukiman penduduk. Mereka membangun sarang di tanaman semak-semak yang rimbun.

Kardinal merah sering bertengger pada semak-semak rendah, atau pepohonan yang tidak terlalu tinggi, dan biasanya terlihat bersama pasangannya. Mereka juga sering memasuki pekarangan atau kebun milik warga, terutama jika di sana terdapat bird feeder. Bird feeder adalah tempat pakan yang sengaja disediakan di pekarangan, taman, atau kebun, untuk memenuhi kebutuhan pakan burung-burung di alam liar.

Makanan Burung Kardinal Merah

Makanan utama burung kardinal merah adalah biji-bijian dan buah-buahan seperti jagung, murbei, blackberry, anggur, dan sebagainya. Tetapi burung ini juga menyukai serangga dan larva serangga, seperti jangkrik, belalang, lalat, lipan, laba-laba, kupu-kupu, dan ngengat.

Download Suara Burung Kardinal Merah

Berikut ini beberapa ragam suara burung kardinal

Musim Kawin Burung Kardinal Merah

Musim semi hingga awal musim panas merupakan waktu di mana kardinal merah berkembang biak, atau menjalankan tugas reproduksinya. Menjelang kawin, pasangan burung jantan dan betina sering melompat dari cabang pohon yang satu ke cabang lainnya, namun posisinya dekat dengan tanah. Mereka akan bernyanyi bersahutan, dan senang bersolek (preening), yaitu merapikan bulu-bulunya. Jambulnya sering terangkat, lalu diturunkan lagi seperti gelisah.

Setelah kawin, burung betina dan jantan akan bersama-sama mencari bahan sarang seperti ranting dan rumput kering, kulit pohon anggur, daun cemara, bahkan material sampah kering. Jika bahan sarang sudah dianggap cukup, maka burung betina bertugas membangun sarangnya. Burung jantan akan mencari makanan, yang sebagian diberikan kepada pasangannya.

Dengan menggunakan paruh dan kedua kakinya, burung betina akan menekuk bahan sarang hingga berbentuk seperti mangkuk. Sarang biasanya terdiri atas empat lapisan, yaitu ranting kering di bagian paling bawah, daun-daun kering, kulit pohon anggur, dan bagian atas berupa rumput dan daun cemara.

Dibutuhkan waktu sekitar 3-9 hari unruk membangun sarang yang berdiameter 10 cm. Tetapi bagian dalam, yang digunakan untuk meletakkan telur dan mengeraminya, berdiameter 7,5 cm.

Uniknya, kardinal merah tidak pernah menggunakan sarang lebih dari sekali. Jadi, jika kelak bertelur lagi, dia akan mencari tempat lain dan membangun sarang baru.

Sekitar 1-2 minggu sebelum burung betina membangun sarangnya, dia dan burung jantan akan pergi mengunjungi lokasi-lokasi tertentu sebagai calon lokasi sarangnya. Setelah itu, mereka akan bolak-balik mencari bahan sarang dan membawanya ke lokasi sarang yang sudah dipilih.

Biasanya, sarang akan diletakkan pada cabang pohon yang membelah menjadi dua ranting. Sarang dalam posisi “dijepit” dua ranting. Terkadang mereka membangun sarang bukan di pohon, namun di semak-semak yang rimbun, dengan ketinggian 1-15 meter dari tanah. Jumlah telur sekitar 2 sampai 5 butir yang dierami sekitar 11 sampai 13 hari. Warna telur bervariasi, ada yang putih, putih keruh, putih kehijauan, abu-abu muda, hingga cokelat. Saat menetas, piyik kardinal merah dalam kondisi hampir tidak memiliki bulu sama sekali, kecuali sedikit bulu jambul, ujung sayap, dan pangkal ekor yang berwarna abu-abu. Matanya terpejam selama 7 – 13 hari.

Kedua induk akan merawat anak-anaknya, termasuk melolohkan makanan, sampai anak mulai keluar dari sarang, belajar terbang dan akhirnya bisa makan sendiri. Pada minggu ketiga, anakan burung kardinal merah sudah mulai keluar dari sarang. Itulah awal anakan burung belajar nangkring dan terbang.

Pada musim gugur dan musim dingin, burung kardinal akan sering terlihat mencari makan bersama-sama dengan burung sejenis. Mereka membentuk koloni cukup besar yang terdiri atas belasan ekor. Anakan burung atau burung muda akan mengikuti kedua orangtuanya.

Terkadang, kardinal merah juga mencari makan bersama burung-burung dari spesies lain, terutama dark-eyed juncos, white-throated sparrow, dan jenis burung gereja lainnya. Pada musim berkembang biak berikutnya, sekitar 20 persen pasangan akan berpisah dan mencari pasangan baru.

Berikut ini video yang cukup lengkap dalam menjelaskan proses perkembangbiakan burung kardinal, mulai dari perbedaan jantan dan betina, pasangan induk, saat membangun sarang, bertelur, hingga merawat anakan:

Fakta Burung Kardinal Merah

  • Hanya sebagian kecil kardinal merah betina yang mempunyai kemampuan bernyanyi bagus. Sebagian besar tidak bisa bernyanyi, melainkan hanya mengeluarkan suara panggilan (call) saja.
  • Kalau burung jantan dan betina akan kawin, mereka mengeluarkan suara saling bersahutan. Biasanya, saat itulah burung betina akan bernyanyi, bahkan bisa lebih lama dan lebih rumit daripada suara kicauan burung jantan.
  • Pada musim semi hingga awal musim panas, atau musim berkembang biak, burung kardinal sering berlaku aneh, yaitu menabrak jendela rumah yang berkaca, spion mobil, atau bumper mobil yang mengkilat. Hal ini bisa dilakukan burung jantan maupun burung betina, dan bisa berlangsung hingga enam bulan lamanya.
  • Perilaku ini terkait dengan naluri menjaga wilayah teritorial dari gangguan burung sejenis. Saat melihat bayangan dirinya pada kaca jendela atau spion mobil, burung kardinal merah merasa ada burung sejenis yang memasuki wilayah kekuasaannya. Dia kemudian menyerang dengan tujuan ingin mengusirnya, padahal itu bayangan dirinya yang terpantul pada cermin.
  • Kardinal merah termasuk burung favorit di Amerika Utara, dan menjadi burung nasional di tujuh negara.
  • Umur burung kardinal merah di alam liar paling lama mencapai 15 tahun 9 bulan.

Demikianlah informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat tentang Suara Burung Kardinal Merah Gacor Untuk Masteran